Arbain Nawawi atau Al-Arba’in An-Nawawiyah (Arab:الأربعون النووية) merupakan kitab yang memuat empat puluh dua hadits pilihan yang disusun oleh Imam Nawawi[1]Arba’in berarti empat puluh namun sebenarnya terdapat empat puluh dua hadits yang termuat dalam kitab ini. Kitab ini bersama dengan kitab Riyadhus Shalihin dianggap sebagai karya Imam Nawawi yang paling terkenal dan diterima umat muslim di seluruh dunia. Kitab ini menjadi favorit di kalangan santri untuk memulai menghafal hadits-hadits Nabi sebelum beralih ke kitab-kitab yang lebih besar.

Begitu populer dan agungnya kitab ini sehingga menarik minat para ulama untuk memberikan syarah (kitab komentar pendamping yang menjabarkan isi matan buku). Diantara ulama yang membuat syarah untuk kitab ini selain Imam Nawawi sendiri di antaranya adalah Ibnu Daqiqil IdAbdurrahman bin Nashir As-Sa’di, dan Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Kemudian hal tersebut menarik Sayyid bin Ibrahim Al-Huwaithi untuk mengumpulkan syarah tersebut kedalam satu buku yang diberinya nama “Ad-Durrarus Salafiyah Syarah Al-Arba’in An-Nawawiyah”.

Ulama lain yang memiliki syarah terhadap kitab ini adalah Abu Hafsh Umar Al-Bilbisy Asy-Syafi’i dengan judul Faidhul Ma’in, kemudian Jamaluddin Yusuf At-Tibrizi, Ahmad Al-Isybili, Ibnu Hajar Al-Haitami Al-Makki, Mulla Ali Al-Hanafi, Sirajuddin bin Ali Asy-Syafi’i dan masih banyak lagi, bahkan ada yang menyebutkan tidak kurang 50 kitab yang mensyarah hadits Al-Arba’in An-Nawawiyah.
Selain itu kitab ini juga disyarah dan diberi tambahan 8 hadits sehingga menjadi genap berjumlah 50 hadits, kemudian kitab ini dinamakanJami’ul Ulum wal Hikam oleh Ibnu Rajab Al-Hanbali[6]. Kitab Arbain Nawawi plus 8 hadits dari Ibnu Rajab inipun juga diberikan syarah, salah satunya oleh Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr, seorang ahli hadits dan ulama senior di kota Madinah saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here